suaranya tak membuat ku gentar
parasnya membuat ku gemetar
pada hari yg kulalui
dia membuatku lupa pada luka
perihnya yg kutanggalkan
darahnya yg kukeringkan
ketakjubanku yg kuhitung
bukan kesalahan nafas
bukan rasa akan asa
bukan lelah pada malam
karena malam aku melihatnya
dibawah purnama aku memperhatikannya bernari
aku mencintainya
sejelas-jelasnya
seperi embun yg enggan lepas dari lalang.